My Favourite Music

Rabu, 13 September 2017

RPP Seni Budaya dan Keterampilan (SBK) kelas 4 Semester 1

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( RPP )


Nama Sekolah
:  Cahaya Bangsa
Mata Pelajaran
: SENI BUDAYA DAN KETERAMPILAN
Kelas/Semester
: IV (empat) / I (satu)
Pertemuan Ke
: 1 – 2
Alokasi Waktu
: 4 x 35’


Standar Kompetensi
SENI RUPA
1.   Mengapresiasi Karya Seni rupa

Kompetensi Dasar
1.1  Menjelaskan makna seni rupa terapan.
1.2  Mengidentifikasi jenis karya seni rupa terapan yang ada di daerah setempat.

I.   Tujuan Pembelajaran
·         Siswa dapat menjelaskan makna  seni rupa terapan
·         Siswa dapat menyebutkan contoh seni rupa terapan.
·         Siswa mampu mengungkapkan  karya seni rupa dan kegunaannya.
·         Siswa dapat menyebutkan ciri-ciri dari seni rupa terapan yang ada di daerah tempat tinggal siswa.
·         Siswa dapat menjelaskan jenis  seni rupa  terapan yang merupakan 2 dimensi.
·         Siswa dapat menjelaskan jenis seni rupa  terapan yang merupakan 3 dimensi.
·         Siswa dapat mendokumentasikan contoh-contoh seni rupa terapan 2 dimensi
·         Siswa dapat mendokumentasikan contoh-contoh seni rupa 3 dimensi.

v Karakter siswa yang diharapkan :
·         Disiplin (Discipline)
·         Tekun (diligence)
·         Tanggung jawab (responsibility)
·         Ketelitian (carefulness)
·         Kerja sama (Cooperation)
·         Percaya diri (Confidence)

II.   Materi Ajar
  1. Seni Rupa dan Kegunaanya
  2. Mengenal seni rupa terapan
III.   Metode Pembelajaran
1. Ceramah
2. Diskusi
3. Pemberian Tugas
    - Mengerjakan soal uji kompetensi
4. Tes tertulis

IV.   Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
·         Kegiatan Awal
1.    Apersepsi
2.    Salam pembuka
3.    Mengabsen siswa
4.    Mempersiapkan alat-alat yang diperlukan
5.    Memperlihatkan karya seni rupa terapan melalui majalah atau Koran yang dibawa oleh guru
·         Kegiatan Inti
§ Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
F Siswa dapat Menjelaskan makna seni rupa terapan.
F Siswa dapat Mengidentifikasi jenis karya seni rupa terapan yang ada di daerah setempat
F memfasilitasi terjadinya interaksi antarpeserta didik serta antara peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya;
F melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran; dan
F memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di laboratorium, studio, atau lapangan.
§ Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
F Memberikan penjelasan tentang makna  seni rupa terapan, dilanjutkan dengan diskusi kelompok dan pengamatan melalui model untuk mecari ciri-ciri seni rupa terapan
F Setiap kelompok menyampaikan hasil diskusi dan pengamatannya di depan kelas dan dilakukan secara klasikal untuk mencari kesimpulan.
F Memberikan penjelasan tentang makna  seni rupa terapan melalui bentuk 2 dimensi, dilanjutkan dengan diskusi kelompok dan pengamatan melalui model untuk mecari ciri-ciri seni rupa terapan
F Setiap kelompok menyampaikan hasil diskusi dan pengamatannya di depan kelas dan dilakukan secara klasikal untuk mencari kesimpulan.
F Memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya mengenai materi yang belum dipahami
F Mengarahkan siswa untuk menulis komentar tentang karya dalam film tersebut komentar
F memfasilitasi peserta didik melakukan pameran, turnamen, festival, serta produk yang dihasilkan;
F memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang  menumbuhkan kebanggaan dan rasa percaya diri peserta didik.
§  Konfirmasi
 Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
F Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diketahui siswa
F Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan  dan penyimpulan
·         Kegiatan Penutup
     Dalam kegiatan penutup, guru:
F Memberikan tugas membuat laporan hasil diskusi dan pengamatan untuk setiap kelompok
F Mengerjakan soal-soal uji kompetansi.
F Memberikan tugas membawa contoh karya seni rupa dua dimensi karya seni rupa terapan sederhana

V.   Sumber/Alat/Bahan
·         Buku paket SBK
·         Saya Ingin Terampil dan Kreatif, KTK SD Kls IV
·         Standar Isi 2006
  • Majalah seni rupa
  • Pengantar Seni Rupa
·         Model Karya seni rupa tiga dimensi
·         Gambar dan foto karya seni rupa

VI.   Penilaian
·       Aspek yang dinilai
-    Aspek afektif (sikap)
Komponen yang dinilai meliputi keberanian, kejujuran, kerjasama, keaktifan, kemampuan mengkomunikasikan hasil kegiatan, dan kepedulian pada lingkungan. Penilaian dilakukan saat siswa melakukan berdiskusi.
-    Aspek kognitif
Komponen yang dinilai meliputi kemampuan menjawab pertanyaan yang dilontarkan guru pada saat test lisan.


Indikator Pencapaian
Kompetensi
Teknik Penilaian
Bentuk Instrumen
Instrumen/ Soal
·         Melakukan pengamatan seni rupa terapan
·         Menyimak penjelasan tentang makna  seni rupa terapan.
·         Melakukan diskusi untuk mencari contoh seni rupa terapan.
·         Menyebutkan contoh-contoh karya seni rupa terapan yang dapat ditemukan pada kehidupan sehari-hari.
·         Melalui pengamatan model  dan diskusi, siswa menjelaskan cirri-ciri seni rupa terapan yang ada di daerahnya masing-masing.
·         Melalui Pengamatan pada model, siswa menjelaskan beberapa jenis seni rupa terapan yang pernah diamati.
·         Menjelaskan seni rupa terapan dengan bentuk 2 dimensi.
·         Melalui pengamatan, diskusi dan penjelasan guru siswa menjelaskan jenis seni rupa 3 dimensi.
·         Melalui tugas individu dan kelompok, siswa mendokumentasikan contoh-contoh seni rupa  2 dimensi dan 3 dimensi
Tes tulis
Unjuk kerja
·         Jelaskan makna seni rupa terapan  ?
·         Sebutkan contoh seni rupa terapan.
·         Sebutkan contoh-contoh karya seni rupa terapan yang dapat ditemukan pada kehidupan sehari-hari.?
·         Jelaskan cirri-ciri seni rupa terapan yang ada di daerahnya masing-masing.?




·         Jelaskan jenis karya seni rupa terapan yang ada di daerah setempat.
·         Jelaskan seni rupa terapan dengan bentuk 2 dimensi.
·         Jelaskan jenis seni rupa 3 dimensi.
·         Sebutkan contoh-contoh seni rupa  2 dimensi dan 3 dimensi

FORMAT KRITERIA PENILAIAN      
-          Produk ( hasil diskusi )
No.
Aspek
Kriteria
Skor
1.
Konsep


* semua benar
* sebagian besar benar
* sebagian kecil benar
* semua salah
4
3
2
1


-          Performansi
No.
Aspek
Kriteria
Skor
1.



2.

Praktek



Sikap
* aktif  Praktek
* kadang-kadang aktif
* tidak aktif

* Sikap
* kadang-kadang Sikap
* tidak Sikap
4
2
1

4
2
1


 LEMBAR PENILAIAN

No
Nama Siswa
Performan
Produk
Jumlah
Skor
Nilai
Pengetahuan
Sikap
1.
2.
3.
4.
5.






 
 CATATAN :
  Nilai = ( Jumlah skor : jumlah skor maksimal ) X 10.
@ Untuk siswa yang tidak memenuhi syarat penilaian KKM maka diadakan Remedial.

Mengetahui,
Kepala Sekolah



DWIYANTO, S.Pd.
Metro,15 Juli 2017
Guru Mapel SBK.



MUNASIR MUTAROPAH, S.Pd.I
                                                                     



RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( RPP )

Nama Sekolah
:  Cahaya Bangsa
Mata Pelajaran
: SENI BUDAYA DAN KETERAMPILAN
Kelas/Semester
: IV (empat) / I (satu)
Pertemuan Ke
: 3 – 4
Alokasi Waktu
: 4 x 35’

Standar Kompetensi
SENI RUPA
 1.  Mengapresiasi Karya Seni rupa

Kompetensi Dasar
1.3  Menunjukkan sikap apresiatif terhadap kesesuaian fungsi karya seni rupa terapan.
1.4  Menunjukkan sikap apresiatif terhadap keartistikan karya seni rupa terapan.

I.   Tujuan Pembelajaran**
  • Melalui literature di perpustakaan , siswa  menunujukkan contoh-contoh seni rupa terapan yang ada di Indonesia.
  • Melalui media informasi yang lain, siswa mencari data tentang fungsi seni rupa dari manca Negara.
  • Melalui pengamatan model yang diperlihatkan guru, siswa menyampaikan apresiasinya terhadap keartistikan sebuah karya seni rupa terapan.
  • Menjelaskan kesesuaian bentuk dan keserasian dalam seni rupa yang diamati.
  • Melalui contoh dan bimbingan guru, siswa membuat karya seni rupa berupa gambar dengan motif batik tulis yang dikerjakan dalam buku gambar.
  • Menyampaikan tanggapan / apresiasi terhadap karya seni rupa hasil sendiri maupun orang lain.
  • Memamerkan dan memajang hasil karya seni rupa agar dapat dinikmati/ diapresiasi oleh orang lain.

v Karakter siswa yang diharapkan :   Disiplin ( Discipline )
Tekun ( diligence )
Tanggung jawab ( responsibility )
Ketelitian ( carefulness)
Kerja sama ( Cooperation )
Percaya diri ( Confidence )

II.   Materi Ajar
  • Fungsi Seni Rupa terapan
  • Nilai Artistik sebuah karya seni rupa





III.   Metode Pembelajaran
1. Ceramah
2. Diskusi
3. Pemberian Tugas
    - Mengerjakan soal uji kompetensi
4. Tes tertulis dan lisan

IV.   Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
·         Kegiatan Awal
1.    Apersepsi
2.    Salam pembuka
3.    Mengabsen siswa
4.    Memeriksa tugas
·         Kegiatan Inti
§ Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
F Memberikan penjelasan materi kepada siswa
F Memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya
F memfasilitasi terjadinya interaksi antarpeserta didik serta antara peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya;
F melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran; dan
F memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di laboratorium, studio, atau lapangan.
§ Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
F Memperlihatkan contoh referensi dari gambar-gambar yang sudah ada
F Mengarahkan siswa untuk membuat laporan hasil dari diskusi dan pengamatan gambar
F memfasilitasi peserta didik melakukan pameran, turnamen, festival, serta produk yang dihasilkan;
F memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang  menumbuhkan kebanggaan dan rasa percaya diri peserta didik.
§  Konfirmasi
 Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
F Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diketahui siswa
F Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan  dan penyimpulan
·         Kegiatan Penutup
     Dalam kegiatan penutup, guru:
1.    Memeriksa hasil laporan kelompok
2.    Tugas membawa alat gambar, dan benda tiga dimensi untuk pertemuan berikutnya (ke-5)

V.   Sumber/Alat/Bahan
·         Buku paket SBK
·         Saya Ingin Terampil dan Kreatif, KTK SD Kls IV
·         Standar Isi 2006
  • Majalah seni rupa
·         Gambar dan foto karya seni rupa
·         Alat gambar
VI.   Penilaian
·       Aspek yang dinilai
-    Aspek afektif (sikap)
Komponen yang dinilai meliputi keberanian, kejujuran, kerjasama, keaktifan, kemampuan mengkomunikasikan hasil kegiatan, dan kepedulian pada lingkungan. Penilaian dilakukan saat siswa melakukan berdiskusi, dan melaporkan hasil praktikum.
-    Aspek psikomotorik
Komponen yang dinilai meliputi ketepatan memilih bahan, keterampilan menggunakan peralatan, dan membuat gambar. Penilaian ini dilakukan saat siswa melakukan kegiatan menggambar.

Indikator Pencapaian
Kompetensi
Teknik Penilaian
Bentuk Instrumen
Instrumen/ Soal
·         Menjelaskan fungsi seni rupa terapan yang ada di Indonesia
·         Menjelaskan  fungsi seni rupa terapan dari manca Negara.

·         Menyampaikan pendapat tentang keartistikan sebuah karya seni rupa terapan.
·         Menanggapi kesesuaian bentuk , dan keserasian dalam seni rupa terapan.
·         Membuat gambar dengan motif batik dengan memperhatikan sisi artistiknya.
·         Memberi tanggapan pada hasil karya sendiri maupun orang lain.
·         Memajang hasil karya  seni rupa terapan pada tempat yang tepat
Tes tulis






praktek
Unjuk kerja






praktek

·         Jelaskan fungsi seni rupa terapan yang ada di Indonesia




·         buatkan gambar dengan motif batik dengan memperhatikan sisi artistiknya

FORMAT KRITERIA PENILAIAN      
-          Produk ( hasil diskusi )
No.
Aspek
Kriteria
Skor
1.
Konsep
* semua benar
* sebagian besar benar
* sebagian kecil benar
* semua salah
4
3
2
1




-          Performansi
No.
Aspek
Kriteria
Skor
1.



2.


Praktek



Sikap
* aktif  Praktek
* kadang-kadang aktif
* tidak aktif

* Sikap
* kadang-kadang Sikap
* tidak Sikap
4
2
1

4
2
1

-          LEMBAR PENILAIAN
No
Nama Siswa
Performan
Produk
Jumlah
Skor
Nilai
Pengetahuan
Sikap
1.
2.
3.
4.
5.






  
CATATAN :
  Nilai = ( Jumlah skor : jumlah skor maksimal ) X 10.
@ Untuk siswa yang tidak memenuhi syarat penilaian KKM maka diadakan Remedial.

                                                                     
Mengetahui,
Kepala Sekolah



DWIYANTO, S.Pd.
Metro,15 Juli 2017
Guru Mapel SBK.



MUNASIR MUTAROPAH, S.Pd.I




RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( RPP )

Nama Sekolah
: Cahaya Bangsa
Mata Pelajaran
: SENI BUDAYA DAN KETERAMPILAN
Kelas/Semester
: IV (empat) / I (satu)
Pertemuan Ke
: 5 – 6 
Alokasi Waktu
: 6 x 35’

Standar Kompetensi
SENI RUPA
2. Mengekspresikan Diri Melalui Karya Seni Rupa         

Kompetensi Dasar
2.1 Mengekspresikan diri melalui gambar ilustrasi dengan tema benda alam: buah-buahan, tangkai, kerang, dsb.
2.2 Memamerkan hasil gambar ilustrasi dengan tema benda alam: buah-buahan, tangkai, kerang, dsb di depan kelas

I.   Tujuan Pembelajaran**

  • Melalui pengamatan, pemberian contoh dari guru, siswa menjelaskan bentuk dasar dalam menggambar.
  • Melalui Tanya jawab, siswa menjelaskan factor-faktor dalam menggambar ilustrasi alam.
  • Dengan eksperimen, siswa berani mencoba membuat gambar dengan motif manusia, binatang, dan tumbuhan.
  • Mengumpulkan dan menyimpan hasil karya  ilustrasi alam buatan sendiri dengan baik.
  • Memberi tanggapan terhadap hasil karya sendiri maupun orang lain untuk menumbuhkan apresiasi seni terutama seni rupa sedini mungkin.
  • Mengumpulkan hasil karya seni rupa ilustrasi alam untuk mengadakan pameran hasil karya.
v Karakter siswa yang diharapkan :   Disiplin ( Discipline )
Tekun ( diligence )
Tanggung jawab ( responsibility )
Ketelitian ( carefulness)
Kerja sama ( Cooperation )
Percaya diri ( Confidence )

II.   Materi Ajar
Gambar ilustrasi/ kreatif dalam menggambar.
  • Pameran, gambar ilustrasi.

III.   Metode Pembelajaran
1. Ceramah
2. Praktik
3. Pemberian Tugas
    - Mengerjakan soal uji kompetensi
4. Tes tertulis dan lisan

IV.   Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
●  Kegiatan Awal
1.    Apersepsi
2.    Salam pembuka
3.    Mengabsen siswa
4.    Memeriksa tugas
●  Kegiatan Inti
§ Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
F Memberikan penjelasan materi kepada siswa
F Memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya
F memfasilitasi terjadinya interaksi antarpeserta didik serta antara peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya;
F melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran; dan
F memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di laboratorium, studio, atau lapangan.
§ Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
F Mengarahkan siswa untuk menggambar dengan pola motif manusia, binatang, dan tumbuhan.
F memfasilitasi peserta didik melakukan pameran, turnamen, festival, serta produk yang dihasilkan;
F memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang  menumbuhkan kebanggaan dan rasa percaya diri peserta didik.
§  Konfirmasi
 Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
F Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diketahui siswa
F Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan  dan penyimpulan
● Kegiatan Penutup
     Dalam kegiatan penutup, guru:
F Memeriksa hasil karya siswa
F Tes unjuk kerja


V.   Sumber/Alat/Bahan
·         Buku paket SBK
·         Saya Ingin Terampil dan Kreatif, KTK SD Kls IV
·         Standar Isi 2006
·         Model Karya seni rupa tiga dimensi
·         Gambar dan foto karya seni rupa
  • Majalah seni rupa
  • Pengantar Seni Rupa
  • Bahan dan alat yang digunakan: malam, sabun, pisau/catter





VI.   Penilaian
●  Aspek yang dinilai
-    Aspek afektif (sikap)
Komponen yang dinilai meliputi keberanian, kejujuran, kerjasama, keaktifan, kemampuan mengkomunikasikan hasil kegiatan, dan kepedulian pada lingkungan. Penilaian dilakukan saat siswa melakukan berdiskusi, dan melaporkan hasil praktikum.
-    Aspek psikomotorik
Komponen yang dinilai meliputi ketepatan memilih bahan, keterampilan menggunakan peralatan, dan membuat gambar. Penilaian ini dilakukan saat siswa melakukan kegiatan menggambar.

Indikator Pencapaian
Kompetensi
Teknik Penilaian
Bentuk Instrumen
Instrumen/ Soal
·         Menjelaskan bentuk dasar dalam menggambar.
·         Menjelaskan factor-faktor  dalam menggambar ilustrasi.alam

·         Membuat gambar dengan motif manusia.
·         Membuat gambar dengan motif binatang.
·         Membuat gambar dengan motif tumbuhan ( bunga dan buah).
·         Mendokumentasikan hasil karya sendiri dengan baik.
·         Mengumpulkan hasil karya setiap individu untuk diberi tanggapan secara tertulis maupun lisan.
·         Memajangkan/ memamerkan hasil karya gambar ilustrasi dengan tema alam di depan kelas/ majalah dinding.
Tes tulis





praktek
Unjuk kerja





praktek

Jelaskan bentuk dasar dalam menggamb-ar.




Buat kan gambar dengan motif manusia


FORMAT KRITERIA PENILAIAN      
-          Produk ( hasil diskusi )
No.
Aspek
Kriteria
Skor
1.
Konsep
* semua benar
* sebagian besar benar
* sebagian kecil benar
* semua salah
4
3
2
1

-          Performansi
No.
Aspek
Kriteria
Skor
1.



2.

Praktek



Sikap
* aktif  Praktek
* kadang-kadang aktif
* tidak aktif

* Sikap
* kadang-kadang Sikap
* tidak Sikap
4
2
1

4
2
1

-          LEMBAR PENILAIAN
No
Nama Siswa
Performan
Produk
Jumlah
Skor
Nilai
Pengetahuan
Sikap
1.
2.
3.
4.
5.






  
CATATAN :
  Nilai = ( Jumlah skor : jumlah skor maksimal ) X 10.
@ Untuk siswa yang tidak memenuhi syarat penilaian KKM maka diadakan Remedial.

                                                                     
Mengetahui,
Kepala Sekolah



DWIYANTO, S.Pd.
Metro,15 Juli 2017
Guru Mapel SBK.



MUNASIR MUTAROPAH, S.Pd.I

Rabu, 08 Maret 2017

MUSIBAH POPULARITAS




Diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari dalam Shahihnya dari Sahl bin Saad, ia berkata,
Ada seorang laki-laki melewati Rasulullah, lalu beliau berkata kepada orang yang duduk di dekat beliau, “Apa pendapat kalian dengan laki-laki ini”? Ia menjawab, “Ia seorang yang terpandang di kalangan manusia. Ini, demi Allah, sudah pantas bila melamar, pasti akan diterima, dan bila dimintai bantuan pasti akan dibantu.” Nabi diam. Beberapa saat kemudian, lewatlah seorang laki-laki lain, lalu Rasulullah bertanya kepadanya, “Apa pendapatmu dengan orang ini”? Dia menjawab, “Wahai Rasulullah, menurutku, orang ini adalah orang termiskin dari kalangan kaum muslimin. Apabila ia melamar sudah pantas lamarannya untuk ditolak. Jika dimintai pertolongan dia tidak akan ditolong. Dan apabila berkata, perkataannya tidak akan didengar.” Rasulullah bersabda, “Sungguh orang ini (orang yang terlihat miskin) lebih baik dari dunia dan seisinya daripada orang yang ini (orang yang pertama).”
Sesungguhnya bentuk tertipu terhadap dunia adalah berusaha mencari ketenaran. Banyak orang berusaha bagaimana kiranya agar tersebar berita tentang dirinya. Berusah menjadi pembicara dalam suatu forum. Atau menjadi seseorang yang didengar ucapannya. Atau dicatat. Karena keinginan ini, sebagian orang berusaha menempuh segala cara agar hal ini dapat terwujud. Ia cinta popularitas dan dikenal. Ini adalah seruan jiwa yang sakit. Mulai muncul perasaan meremehkan orang lain. Memandang remeh jiwa yang merasa berkecukupan. Hilanglah dari pikirannya sabda Nabi ﷺ,
“Kaya bukanlah diukur dengan banyaknya kemewahan dunia. Namun kaya (ghina’) adalah hati yang selalu merasa cukup.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Dalam pembahasan tauhid, mencari ketenaran adalah sesuatu yang dicela. Rasulullah ﷺ bersabda,
“Sesungguhnya manusia pertama yang diadili pada hari kiamat adalah orang yang mati syahid di jalan Allah. Dia didatangkan dan diperlihatkan kepadanya kenikmatan-kenikmatan (yang diberikan di dunia), lalu ia pun mengenalinya. Allah bertanya kepadanya, ‘Amal apakah yang engkau lakukan dengan nikmat-nikmat itu?’ Ia menjawab, ‘Aku berperang semata-mata karena Engkau sehingga aku mati syahid.’ Allah berfirman, ‘Engkau dusta! Engkau berperang supaya dikatakan seorang yang gagah berani. Memang demikianlah yang telah dikatakan (tentang dirimu).’ Kemudian diperintahkan (malaikat) agar menyeret orang itu atas mukanya (tertelungkup), lalu dilemparkan ke dalam neraka. Berikutnya orang (yang diadili) adalah seorang yang menuntut ilmu dan mengajarkannya serta membaca Alquran. Ia didatangkan dan diperlihatkan kepadanya kenikmatan-kenikmatannya, maka ia pun mengakuinya. Kemudian Allah menanyakannya, ‘Amal apakah yang telah engkau lakukan dengan kenikmatan-kenikmatan itu?’ Ia menjawab, ‘Aku menuntut ilmu dan mengajarkannya, serta aku membaca Alquran hanyalah karena engkau.’ Allah berkata, ‘Engkau dusta! Engkau menuntut ilmu agar dikatakan seorang ‘alim (yang berilmu) dan engkau membaca Alquran supaya dikatakan (sebagai) seorang qari’ (pembaca Alquran yang baik). Memang begitulah yang dikatakan (tentang dirimu).’ Kemudian diperintahkan (malaikat) agar menyeret atas mukanya dan melemparkannya ke dalam neraka. Berikutnya adalah orang yang diberikan kelapangan rezeki dan berbagai macam harta benda. Ia didatangkan dan diperlihatkan kepadanya kenikmatan-kenikmatannya, maka ia pun mengenalinya (mengakuinya). Allah bertanya, ‘Apa yang engkau telah lakukan dengan nikmat-nikmat itu?’ Dia menjawab, ‘Aku tidak pernah meninggalkan shadaqah dan infaq pada jalan yang Engkau cintai, melainkan pasti aku melakukannya semata-mata karena Engkau.’ Allah berfirman, ‘Engkau dusta! Engkau berbuat yang demikian itu supaya dikatakan seorang dermawan (murah hati) dan memang begitulah yang dikatakan (tentang dirimu).’ Kemudian diperintahkan (malaikat) agar menyeretnya atas mukanya dan melemparkannya ke dalam neraka’.” (HR. Muslim dan selainnya).
 Ketiga orang ini menampakkan amalan ketaatan mereka. Mati syahid. Mengajar dan mempelajari Alquran. Menginfakkan harta. Tapi pahala mereka musnah karena mereka mencari popularitas dengan amalan tersebut. Mereka cinta menjadi terkenal dan terpandang. Merekala orang pertama ang menyalakan api Jahannam.
Mereka mereka menjadi orang pertama yang masuk neraka? Karena sewaktu mereka di dunia mereka ingin menjadi orang pertama, yang paling unggul, paling dihormati, paling dikenal, dan paling diakui. Sehingga Allah hukum mereka dengan tujuan mereka tersebut. Dan balasan itu tergantung amal perbuatannya.
“Dan sekali-kali tidaklah Rabb-mu menganiaya hamba-hamba-Nya.” (QS:Fushshilat | Ayat: 46).
Mencari ketenaran itu tercela sepenuhnya, walaupun mencari tenar dalam urusan dunia. Maksudnya selain ketaatan. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan,
Tidak ada sesuatu yang mencampuri jiwa yang lebih merusak daripada asy-syahwah al-khafiyyah. Ia merusak perwujudan ibadah kepada Allah. Merusak meingkhlaskan agama hanya kepada-Nya. Syaddad bin Aus mengatakan, ‘Wahai orang-orang Arab, sesungguhnya yang paling kutakutkan ataus kalian adalah riya’ dan asy-syahwah al-khafiyyah’. Abu Dawud ditanya, ‘Apa yang dimaksud dengan asy-syahwah al-khafiyyah’? Ia menjawab, ‘Suka menonjolkan diri’.”
Sampai-sampai Nabi ﷺ melarang pakaian yang bisa membuat pemakainya terkenal gara-gara pakaian tersebut. Sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Abu Dawud, Nabi ﷺ bersabda,
 “Barangsiapa mengenakan pakaian syuhrah (untuk mencari popularitas) di dunia, niscaya Allah mengenakan pakaian kehinaan kepadanya di hari kiamat lalu membakarnya dengan api neraka.”
Popularitas itu ibarat rasa lapar yang tidak pernah mengalami kenyang. Apabila seseorang telah tergoda dengan yang demikian, maka sulit baginya untuk lepas. Dan dapat membinasakan agama seseorang. Dari Ka’ab bin Malik radhiallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ bersabda,
“Dua ekor srigala yang lapar, dilepas di suatu peternakan domba, hal ini tidak lebih berbahaya disbanding seseorang yang bernafsu mengejar harta dan kehormatan.”
Di mata Allah, tidak setiap popularitas dan tenar itu adalah pencapaian. Dan tidak dikenal itu bukan berarti kegagalan atau ketertinggalan. Orang-orang yang cinta popularitas hanya menjadikan pandangan manusia sebagai parameternya. Apa yang tidak menarik perhatian orang banyak, maka ia pun tidak membutuhkannya.
Bandingkanlah keadaan ini dengan keadaan para sahabat Rasulullah ﷺ. Nabi ﷺ mengajari para sahabatnya dengan sabda beliau, “Sesungguhnya Allah mencintai seorang hamba yang merasa cukup dan menyepi (tidak suka populer).”
Para sahabat Nabi ﷺ dulu sangat takut akan popularitas. Mereka khawatir kalau perbuatan kebajikan mereka diketahui seseorang, jangan-jangan hal itu akan membuatnya merasa bangga diri. Buraidah bin al-Hashib radhiallahu ‘anhu berkata, “Aku turut serta dalam Perang Khaibar. Aku naik ke suatu tempat. Lalu aku berperang hingga aku dilihat orang. Saat itu aku memakai pakaian berwarna merah. Aku tidak mengetahui dosa yang lebih besar yang kulakukan dalam Islam lebih dari ini.”
Ketika Muawiyah radhiallahu ‘anhu mendengar hadits tentang tiga golongan yang pertama kali masuk neraka. Ia berkata, “Orang-orang itu telah melakukan amalan yang hebat, lalu bagaimana dengan manusia yang lain?” Kemudian ia menangis sejadi-jadinya, sampai orang-orang di sekitarnya mengira ia dalam keadaan bahaya. Mereka berkata, “Orang ini datang kepada kita dengan keburukan.” Lalu Muawiyah menyeka air matanya dan berkata, “Benarlah Allah dan Rasul-Nya.
“Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan. Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat, kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan.” (QS:Huud | Ayat: 15-16).
Abdullah bin Mas’ud radhiallahu ‘anhu keluar dari rumahnya. Lalu orang-orang mengikutinya. Lalu beliau bertanya, “Apakah kalian ada keperluan?” Mereka menjawab, “Tidak ada. Kami hanya ingin berjalan bersamamu”. Ibnu Mas’ud menegur mereka, “Pulanglah (jangan ikuti aku). Yang demikian itu kehinaan bagi yang mengikuti dan fitnah (ujian ketenaran) bagi yang diikuti”.
Orang yang diikuti akan terfitnah agamanya. Sedangkan yang mengikuti merendahkan dirinya sendiri. Sesungguhnya suka tenar dan popular adalah bentuk keterpedayaan dan takjub dengan diri sendiri. Ia cenderung kepada hal-hal yang berbeda, sulit menerima nasihat, dan berhadapan dengan fitnah.
Imam ad-Darimi rahimahullah mengumpulkan riwayat-riwayat khusus tentang tercelanya mencari popularitas dan para salaf sangat menghindari popularitas. Beliau memuat riwayat-riwayat tersebut dalam Bab Man Karaha asy-Syuhrah wa al-Ma’rifah (Bab mereka yang membenci tenar dan dikenal). Dalam bab tersebut diriwayatkan ucapan seorang tabi’in, al-Harits bin Qays al-Ju’fi, murid dari Abdullah bin Mas’ud. Ia sangat takjub dengan Abdullah bin Mas’ud. Ia berkata, “Dia (Abdullah bin Mas’ud), apabila ada satu orang atau dua orang yang berbicara dengannya, ia layani. Apabila telah banyak, ia pun meninggalkan mereka.”
Ketika Abdullah bin Mas’ud radhiallahu ‘anhu wafat, ada seseorang berkata kepada al-Qamah rahimahullah, “Seandainya aku memiliki kedudukan (ilmu) seperti dia, aku akan mengajarkannya pada orang-orang.” Lalu al-Qamah yang merupakan seorang ulama tabi’in mengatakan, “Maukah Anda menggantikan posisiku.”
Imam adz-Dzahabi mengatakan, “Suatu kerahusan bagi orang yang berilmu untuk berbicara dengan niat yang ikhlas dan maksud yang baik. Apabila ia merasa takjub dengan ucapannya, hendaknya dia diam. Apabila diamnya membuat dia bangga, maka berbicaralah. Janganlah malas untuk senantiasa mengoreksi diri. Ketika kita malas, sungguh ia akan berganti menjadi cinta popularitas dan pujian.”
Imam Ahmad bin Hambal rahimahullah mengatakan, “Aku ingin berada di tengah masyarakat Mekah, sehingga aku tidak dikenal. Aku telah diberi ujian popularitas. Sungguh aku berharap diwafatkan pada pagi atau sore ini.”
Imam Ahmad tinggal di Baghdad Irak. Seandainya ia tinggal di Mekah, seseorang tidak ada yang mengenali wajahnya. Karena zaman dulu hanya nama yang tersebar di penjuru negeri, sedangkan wajah tidak. Karena tidak ada lukisan atau foto.
Demikianlah keadaan salaf ash-shaleh dalam menghadapi popularitas. Dalam hal agama maupun dunia.
Ada sebagian da’i, kiyai, ustadz, atau orang-orang shaleh, yang ditimpa musibah popularitas, walaupun mereka lari dari popularitas itu. Mereka tidak pernah menjadikan popularitas seabgai tujuan dari dakwah mereka. Bagi Anda yang mengalami demikian, maka lawanlah terus dengan kadar kemampuan Anda.
>>Semoga Bermanfaat<<